Sosialisasi Tantangan Membangun Desa Mandiri, Tangguh dan Berdayasaing Oleh Agus Wicaksono, S.Sos
- Mar 02, 2026
- IMRON ROSADI
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Agus Wicaksono, S.Sos, menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Tantangan Membangun Desa yang Mandiri, Tangguh dan Berdayasaing” pada Senin, 2 Maret 2026, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut bertempat di Pendopo Balai Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam Kedungjajang, para Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Kecamatan Kedungjajang. Turut hadir pula Gus Khoir dari Majelis Rijalul Mukhlisin (MRM) yang memberikan dukungan moral dan spiritual dalam kegiatan tersebut. Dari Desa Curahpetung, seluruh unsur pemerintahan desa hadir lengkap, mulai dari Kepala Desa, Kaur, Kasi, hingga para Kepala Dusun (Kasun) sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan serta sambutan-sambutan dari perwakilan panitia dan tokoh yang hadir. Dalam sambutannya, perwakilan tuan rumah menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan perhatian terhadap perkembangan desa-desa di wilayah Kedungjajang.
Dalam pemaparannya, H. Agus Wicaksono menegaskan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan daerah dan nasional. Menurutnya, desa yang mandiri adalah desa yang mampu menggali dan mengembangkan potensi lokal, baik di bidang pertanian, UMKM, sumber daya manusia, maupun sektor sosial budaya. Desa yang tangguh, lanjutnya, adalah desa yang memiliki ketahanan ekonomi dan sosial dalam menghadapi tantangan global, perubahan kebijakan, maupun kondisi darurat. Sedangkan desa yang berdaya saing harus mampu berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.
Beliau juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa, peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan berkelanjutan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan pemerintah provinsi. “Sinergi dan kebersamaan adalah kunci agar desa tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari pembangunan yang terintegrasi,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam rangkaian acara juga dilaksanakan santunan kepada 50 anak yatim. Kegiatan tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi momentum berbagi kebahagiaan, terlebih dalam suasana bulan suci Ramadan. Santunan diberikan secara simbolis oleh H. Agus Wicaksono bersama unsur Forkopimcam dan para Kepala Desa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon keberkahan dan kemajuan bagi desa-desa di Kecamatan Kedungjajang. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh undangan, menciptakan suasana kebersamaan, kekompakan, dan silaturahmi antarperangkat desa se-Kecamatan Kedungjajang.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan seluruh pemerintah desa dapat semakin termotivasi untuk membangun desa yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di Kabupaten Lumajang.