Gotong Royong Masih Kental, Warga Desa Curahpetung Padat Karya Masak Tasyakuran 7 Bulanan

  • Apr 30, 2026
  • IMRON ROSADI

Curahpetung, 30 April 2026 - Tradisi luhur gotong royong dalam menyambut kehamilan tujuh bulan (Mitoni/Tingkeban) masih terjaga dengan sangat baik di Desa Curahpetung, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang. Warga setempat menunjukkan solidaritas tinggi dengan saling membantu dalam persiapan tasyakuran salah satu warga yang tengah hamil.

Pemandangan kekeluargaan terlihat di salah satu rumah warga di Desa Curahpetung, di mana para ibu-ibu sibuk bergotong royong sejak pagi. Mereka berbagi tugas, mulai dari menanak nasi, memasak lauk-pauk, hingga membuat aneka kue tradisional untuk disajikan saat acara tasyakuran.

"Gotong royong ini adalah bagian dari budaya kami. Tidak hanya memasak, tapi tetangga sekitar juga datang untuk membantu mempersiapkan tempat dan kebutuhan lainnya. Ini wujud syukur sekaligus doa agar ibu dan calon bayi selalu sehat," ungkap salah satu tokoh masyarakat Desa Curahpetung.

Tradisi 7 bulanan atau Mitoni ini di Desa Curahpetung tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga ajang mempererat tali persaudaraan antarwarga. Warga meyakini bahwa dengan gotong royong, beban keluarga yang menggelar acara menjadi ringan, dan doa yang dipanjatkan menjadi lebih kuat.

Kepala Desa Curahpetung mengapresiasi semangat warga yang masih melestarikan tradisi ini. "Kami berharap nilai-nilai gotong royong seperti ini terus dipertahankan, terutama dalam momen-momen sakral seperti tasyakuran kehamilan. Ini mencerminkan keeratan sosial di wilayah Curahpetung," ujarnya.

Tasyakuran 7 bulanan ini biasanya diakhiri dengan doa bersama, di mana makanan yang telah dimasak bersama-sama kemudian dibagikan kepada tetangga dan kerabat sebagai bentuk sedekah.